ACHIEVER’S STORY: Tukul Arwana


tukulNot Four Eyes program through which aired Trans7 station almost every day has made Tukul Arwan become very popular in recent years . Hammer may now have become something of an icon or symbol of the village who is able to ‘ conquer ‘ the city . Recognition as a person born in the village , with a behavior rather plebeian made ​​as if to symbolize the achievement of a truly successful start from the bottom .

Struggle to achieve success as now did not happen overnight . He must go through the various processes of life that is not easy so he once said , “I ‘m full belittled , abused , and dicibir . My street from one village to another , from one stage to another stage . And now this is what I received . ” He also has a myriad of professional experience omprengan former driver , crew shooting video , a personal driver , to be a radio announcer and comedian . The main key to achieving success in itself is a weakness in myself enjoying , and turn it into a blessing . ” That’s why I enjoy it mocked , vilified , even wong it that sustains me now . ”

Tukul also been mentioned a number of names in addition to his wife , who also contributed to the success . Some of them are Ricardo Dewo and Tony Rastafara buffoon who first invited him to Jakarta . He also called Radio Humor SK and comic group Srimulat as joke material enriching process . ” I was able to achieve this thanks to the help of many people as well , ” said the man who now often invited some people who are considered meritorious in his career , to have appeared on the show Not Four Eyes .

With typical jokes , clapping monkey style , english chaotic , innocence and goofy appearance that became his trademark has reached the peak of his career Tukul deliver . He once said that , ” I was such an ugly but sharpened blade so that it can be kept sharp .

Tukul achievement of zero is a picture that each of us is somehow still need the support of others to achieve success . Perhaps this is what makes Tukul not forget himself so his attention to fellow colleagues who have not been successful comedian is also very large . Currently he also wants to realize a program to accommodate friends who have not been successful comedian . ” A lot of comedians potential , but has not been lifted . Was at the top I want them to also be successful . ” In addition , it provides a special home to be his partner for a ride in Jakarta . The house is named after Post Ojo Lali was also used as a platform of exchange thoughts and ideas creatively concocted clowning .

Indonesian Version

th Melalui program Bukan Empat Mata yang disiarkan stasiun Trans7 hampir tiap hari telah membuat Tukul Arwan menjadi sangat populer beberapa tahun terakhir ini. Tukul kini boleh jadi telah menjadi semacam ikon atau simbol orang desa yang mampu ‘menaklukkan’ kota. Pengakuannya sebagai orang kelahiran desa, dengan tingkah laku yang dibuat agak kampungan seakan-akan menjadi simbolisasi pencapaian sukses yang benar-benar dimulai dari bawah.

Perjuangannya untuk meraih sukses seperti sekarang tidak terjadi dalam semalam. Ia harus melalui berbagai proses kehidupan yang tidak mudah sehingga ia pernah berkata, “Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang sekarang saya terima.” Ia juga memiliki segudang pengalaman profesi dari mantan sopir omprengan, kru shooting video, sopir pribadi, sampai menjadi penyiar radio dan pelawak. Kunci pencapaian sukses yang utama pada dirinya adalah menikmati kelemahan dalam diri, dan mengubahnya menjadi berkah. “Makanya saya nikmati saja diolok-olok, dijelek-jelekkan, wong malah itu yang menghidupi saya sekarang.”

Tukul juga pernah menyebut sejumlah nama selain istrinya, yang turut memberi andil pada suksesnya. Beberapa di antaranya yaitu Joko Dewo dan Tony Rastafara yang pertama kali mengajaknya melawak ke Jakarta. Ia juga menyebut Radio Humor SK dan kelompok lawak Srimulat sebagai prosesnya memperkaya materi lawakan. “Saya bisa mencapai ini semua berkat bantuan banyak orang juga,” ujar pria yang kini sering mengundang beberapa orang yang dianggap berjasa pada karirnya, untuk ikut tampil di acara Bukan Empat Mata.

Dengan banyolan yang khas, tepuk tangan ala monyet, bahasa inggris yang kacau, kepolosan dan penampilan konyol yang menjadi ciri khasnya telah mengantarkan Tukul mencapai puncak karirnya. Dia pernah berkata bahwa, “Saya ini seperti pisau yang jelek tapi diasah terus sehingga bisa jadi tajam.

Pencapaian Tukul dari nol adalah sebuah gambaran bahwa setiap kita bagaimanapun juga tetap membutuhkan dukungan orang lain untuk mencapai sukses. Mungkin hal inilah yang membuat Tukul tak lupa diri sehingga perhatiannya kepada sesama rekan pelawak yang belum sukses juga sangat besar. Saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah program acara untuk mengakomodasi teman-teman pelawak yang belum berhasil. “Banyak pelawak yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil.” Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan.

Advertisements

About Tips Sukses Kerja

Tipssukseskerja is the World of Work contains about where this blog will give you a solution about work issues you face everyday.
This entry was posted in TIPS SUKSES KERJA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to ACHIEVER’S STORY: Tukul Arwana

  1. Pingback: blogdudle

  2. Pingback: Florida Akan Membangun Kota Terapung Pertama Di Dunia | Nias Selatan ku

Comments are closed.