#13 Alasan Orang Keluar dari Pekerjaan


Kata mengundurkan diri sebuah kata sebuah kata yang sering kita dengar di lingkungan kantor atau tempat kerja. Berbagai alasan dikemukan oleh para karyawan kepada atasanya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Banyak lowongan pekerjaan lain dengan mudanya mengundurkan diri dari tempat kerja berbagai alasan ketidak cocokan dengan rekan kerja atau atasanya dengan pekerjaan yang ia lakoni. Setelah kami survey, kebanyakan keluar dari pekerjaan karena seperti hal-hal berikut:

1. Demi Keluarga. 

Kebanyakan Wanita Keluar dari pekerjaan karena sudah memiliki anak, mereka tidak ingin anak mereka kehilangan kasih sayang Ibu dan akhirnya suami minta berhenti kerja. Pembantu tiba-tiba pulang kampung dengan alasan tidak jelas, karena tidak ada yang mengasuh anaknya akhirnya keluar dari pekerjaanya. Diminta suami mengundurkan diri, fokus ngurus rumah tangga bagi yang baru berkeluarga. Ikut suami, setelah menikah si istri ikut suaminya yang bekerja diluar kota.

2. Penyakitnya Tidak Sembuh-Sembuh.

Sakit menahun yang tidak sembuh jadi alasan orang mengundurkan diri dari pekerjaanya. Ingin fokus berobat dan perawatan yang intensif dan kemudian menganggu waktu kerja dengan jadwal perawatan yang sedang dia jalani. Adanya permintaan dari dokter ahli untuk tidak beraktifitas lebih, jika hal sebut tidak di indahkan akan mempengaruhi kesembuhan penyakitnya kedepan.

3. Tidak Berkembang. 

Alasan ini memang patut dipertimbangmana, bekerja sudah tahunan atau bahkan sudah puluhan tahun gaji tidak kunjung naik. Sementara bagi karyawan yang sudah berkeluarga pengeluaran tidak pernah turun malah cendurung naik tiap tahunya, dan promosi juga tidak kunjung tiba.

4. Bosan Dan Jenuh.

Dengan kerjaan yang monoton begitu-begitu saja. Hal berikutnya yang dapat menambah karyawan untuk mengundurkan diri adalah saat mereka merasa bosan dengan rutinitas pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka merasa tidak ada sesuatu yang baru rasakan di kantor mereka. Pernahkah Anda melakukan aktivitas yang sama setiap hari dan membuat Anda bosan? Sebagai seorang atasan, Anda dapat menambahkan rasa kebosanan dengan membuat rotasi pekerjaan jika mau atau perubahan letak posisi ruang kerja. Adakan juga rekreasi bersama para karyawan atau. Beberapa acara olahraga di luar kantor juga bisa menambah rasa solidaritas dan kerja sama antar karyawan.

5. Prospek Perusahaan Sudah Tidak Baik.

Perusahaan tempat kita bekerja tidak mempunya prospek yang baik untuk hidup yang lebih layak dimasa yang akan datang. Dunia bisnis layaknya kehidupan yang suka seperti itu, ada di atas dan bawah terpuruk di bawah. Demikian juga sebuah perusahaan, pasti ada satu titik dimana perusahaan sedang berada dalam masalah. Karyawan yang melihat fenomena ini akan segera mengundurkan diri dari kemungkinan kemungkinan dari perusahaan yang akan bangkrut.

6. Jenjang Karir Tidak Jelas.

Sebelum seseorang diterima dalam sebuah perusahaan, tentu saja akan ada jenjang karir dalam perusahaan tersebut. Namun, saat janji diawal tidak mereka temukan saat berjalannya waktunya, para karyawan pasti akan kecewa. Mereka yang sudah bekerja lama dan menorehkan berbagai prestasi untuk mengembangkan perusahaan akan segera mengundurkan diri saat sedang untuk promosi yang naik jabatan malahan tidak didapatinya.

7. Ingin Mencoba Tantangan Baru. 

Ada kalanya beberapa karyawan yang memiliki tipe seorang petualang yang senang dengan tantangan di tempat kerja. Mereka yang merasa di tempat kerja sudah tidak ada tantangan, sudah dipastikan mereka akan segera mengundurkan diri dari tempat kerja dan berusaha mencari pekerjaan yang lebih menantang.

8. Adanya Konflik Dengan Rekan Kerja.

Gesekan dalam sebuah hubungan memang tidak bisa dihindarkan apalagi jika perbedaan pendapat yang tidak ada satu kubu pun yang mau mengalah. Ditambah lagi jika tidak ada atasan yang menjadi mediator yang baik dalam penyelesaian masalah. Tentu hal ini sudah susah buat kerja sama tim akan berantakan. Alhasil, berimbas pada kemunduran produktivitas karyawan dan kelesuan.

9. Tidak Mendapat Apresiasi. 

Setiap manusia memiliki kebutuhan untuk merasa diperhatikan dan dipuji. Hal ini juga penting bagi para karyawan, dimana setiap prestasi sekecil apapun dari karyawan membutuhkan mendapat perhatian dan pujian. Melalui pujian ini, secara tidak langsung akan meningkatkan rasa tumbuhnya diri dan semangat diri menjadi semakin bersemangat untuk terus berprestasi. Jika Anda seorang atasan, janganlah pelit untuk memberikan pujian dan juga kritik yang membangun bagi para karyawan Anda. Jika Anda ingin para karyawan tetap betah bekerja dan semakin bersemangat untuk bekerja serta menguntungkan perusahaan, pujilah setiap prestasi mereka sekecil apapun.

11. Adanya Perubahan Kebijakan. 

Perubahan kebijakan yang tiba-tiba dan berimbas negatif bagi para karyawan tentu saja akan membuat ketidaknyamanan dan merasa dirugikan. Inilah salah satu alasan mengapa karyawan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Bagi anda para pebisnis, sebelum mengeluarkan kebijakan baru, ada baiknya jika sudah pasti apakah keputusan itu menguntungkan bagi karyawan dan perusahaan atau tidak.

12. Ingin Mandiri dengan Usaha Sendiri.

Banyak karyawan yang sudah bekerja susah-tahun dengan tujuan untuk mengumpulkan modal untuk usaha yang ingin ia rintis. Menjadi pengusaha ataupengusaha memang sangat menjanjikan dan sedang populer. Mereka mengundurkan diri dari pekerjaan untuk mencoba peruntungan di dunia bisnis.

13. Sudah Tidak Produktif.

Tidak produktif alasan ini sering dikenakan kepada karyawan yang sudah tua, karena sudah mau pensiun biasanya mereka sudah malas, dan sudah tidak bisa di genjot untuk mencapai target sehingga atasan yang lebih muda dan fresh enggan menegornya. Entah itu karena sudah tua atau karena merasa lebih senior. Jadi berbagai alasan biasanya dilakukan untuk dipecat karena tidak produktif, tidak displin waktu, tidak bisa bekerjasama dengan team, tidak berguna.

    Advertisements