Cara Menjawab Pertanyaan Saat Wawancara: Mengapa Anda Yang Pantas Diterima Bekerja


Tips Sukses Kerja – Pernahkah Anda mendapat pertanyaan seperti itu? Jika ya tentu ini pertanyaan yang sangat sulit. Jika Anda tidak mempersiapkan diri, Anda ingin menang tentu Anda harus mempersiapkan kemenangan Anda. Interview kerja termasuk momen paling menentukan dalam perjalanan karier seseorang. Wajar jika para pelamar merasa gugup meski sudah selangkah lebih maju dalam mendapatkan pekerjaan. Hal yang paling ditakutkan biasanya adalah sesi tanya-jawab. Pelamar potensial umumnya khawatir tidak bisa atau tidak tepat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan HRD atau manajer.

Salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan perekrut adalah, Menurut Anda mengapa Anda yang pantas diterima bekerja di perusahaan ini? Kebanyakan pelamar, termasuk Anda pasti akan langsung mengumpulkan berbagai alasan yang ada di kepala. Biasanya orang akan mengaitkan pengalaman atau pendidikan yang pernah dijalankan. Atau dengan menyebutkan jika dirinya adalah orang yang bekerja keras, setia, kreatif, dan lain-lain.

Apakah alasan seperti itu yang juga sering Anda lontarkan ketika wawancara kerja? Jika iya, sepertinya jawaban Anda kurang memikat. Dilansir situs Fortune 17 Januari 2018, seharusnya para pelamar mengungkap tindakan apa saja yang akan dilakukan untuk perusahaan sehingga mereka pantas diterima. Kemukakan ide-ide yang inovatif dan bermanfaat yang belum pernah perusahaan lakukan. Itu lah pentingnya melakukan riset sebelum wawancara.

Di situasi ini, (jawab) apa yang akan Anda lakukan untuk membuat perusahaan ini lebih baik dan membuat hidup lebih baik untuk orang yang mewawancarai Anda, kata penulis artikel, Tom Sullivan.

Jawaban seperti itu lah yang dianggap menjual dan memikat para perekrut. Dengan begitu, Anda terlihat menguasai pekerjaan secara praktik daripada sekadar teori. Para perekrut juga akan yakin bila Anda bisa membuat perusahaan menjadi lebih baik.

Meski begitu, menjelaskan latar belakang pendidikan, pengalaman, serta karakteristik unggulan juga penting dilakukan. Namun itu bisa dijelaskan setelah memaparkan hal apa saja bisa Anda berikan untuk perusahaan. Pastikan saja jika Anda tidak terdengar terlalu menyombongkan diri.

Latar belakang, pengalaman dan edukasi hanya merupakan fitur yang mendukung manfaat Anda terhadap perusahaan. Fitur mungkin bisa mengantar Anda pada pintu wawancara, tapi manfaat akan membuat Anda mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, selalu jawab pertanyaan ini dengan manfaat terlebih dahulu, diikuti dengan fitur. tambah Tom.

Demikian info dari Tips Sukses Kerja, semoga bermanfaat dan menambah wawasan semua pembaca. Trimakasih

Advertisements

Cara Menjawab Pertanyaan Kelemahan Diri Saat Wawancara Kerja


Tahap interview atau wawancara kerja sering kali menjadi momen yang paling ditakuti oleh para pelamar. Terkadang, latihan yang telah diasah baik-baik sebelumnya menjadi lupa seketika, ditambah dengan lidah yang berubah menjadi kaku.

Beraneka ragam pertanyaan tentu akan diajukan oleh pewawancara, mulai dari yang kita anggap sulit hingga yang dianggap mudah. Salah satu pertanyaan yang sering disepelekan yaitu mengenai kelemahan diri kita sendiri.

Mungkin pertanyaan mengenai kelemahan diri, kita anggap enteng. Namun tahukah Anda pertanyaan enteng ini sering kali justru menjebak banyak orang.

Bagaimana bisa? Ini dikarenakan sifat murni manusia yang sangat berhati-hati menutupi kelemahannya. Padahal pada saat wawancara, sifat kejujuranlah yang sangat dibutuhkan.

Saat pertanyaan ini diajukan, ada baiknya Anda tidak perlu membual dan berbohong untuk menutupi segala bentuk kelemahan. Melalui trik yang tepat, Anda bisa tetap jujur menceritakan kelemahan tanpa perlu membuat pewawancara memandang rendah kualitas Anda.

Lalu, bagaimanakah caranya? Melansir laman swara.tunaiku.com, Rabu (03/01/2017), berikut tips jitu untuk menjawab pertanyaan kelemahan diri saat interview:

#1. Jangan menceritakan kelemahan yang tidak bisa ditolerir profesi Anda

Tips pertama hadapi wawancara kerja adalah dengan tidak menceritakan kelemahan yang tidak bisa ditolerir oleh calon pekerjaan Anda. Misalnya, kalau Anda melamar sebagai akuntan, maka jangan mengatakan kalau Anda kurang teliti dalam mengantur keuangan.

Contoh lain, jangan bilang Anda tidak menyukai anak-anak saat melamar sebagai seorang guru. Jika Anda mengatakan demikian, bisa-bisa pewawancara akan menyatakan kelemahan Anda sebagai sebuah hambatan fatal bagi profesi yang akan Anda ambil. Dan tentu saja pekerjaan impian Anda akan musnah begitu saja.

#2. Ceritakan Anda adalah pribadi yang mau belajar

Salah satu hal yang sering terlupakan adalah menjelaskan, bentuk kelemahan diri tersebut sebenarnya dapat diasah dan dilatih seiring berjalannya waktu. Misalnya, Anda mengatakan belum terbiasa berbicara di depan umum. Setelah bicara hal tersebut, Anda bisa menambahkan keterangan kalau Anda masih terus belajar untuk memperbaiki kualitas public speaking.

#3. Tetap tunjukkan rasa percaya diri dengan bahasan tubuh yang baik

Meskipun Anda terlihat ketakutan dan bingung ketika menghadapi pertanyaan seperti ini, tetaplah tenang dan tunjukkan rasa percaya diri Anda. Mungkin banyak orang ketika gugup atau takut melakukan tingkah seperti tidak menatap mata pewawancara, celingak-celinguk melihat tempat lain, atau malah tertawa meringis. Ketahuilah, ini bukan bahasa tubuh yang baik.

Pewawancara bahkan akan menganggap Anda tidak serius dalam menjawab pertanyaannya. Jangan juga menunjukkan muka tidak senang atau tidak berminat pada pertanyaan tersebut, karena tingkah tersebut kurang sopan untuk dilakukan. Jadi, kontrol terus ya rasa canggung Anda dan terus tingkatkan kepercayaan diri!

#4. Jangan pernah menghindari pertanyaan

Jika Anda menemukan topik yang kurang disuka di tengah pembicaraan, Anda mungkin dapat berkilah dan mengganti topik pembicaraan. Namun, hal itu tidak bisa diterapkan saat interview pekerjaan. Jangan sekali-kali Anda menghindari pertanyaan dengan menanyakan hal lain atau menjawab hal yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan pewawancara, ya!

#5. Kalau pikiran buntu, jawablah seperti ini

Ada kalanya Anda tidak mampu berpikir dengan baik saat menjalani proses wawancara. Apalagi ketika ditanyakan mengenai kelemahan diri. Jika pikiran buntu atau kosong, Anda dapat menjawab bahwa Anda kurang begitu baik dalam hal mendelegasikan tugas.

Anda dapat menceritakan sering kurang percaya kepada rekan kerja, sehingga sering kali mengoreksi dan menanyakan mengenai pekerjaan tersebut berkali-kali. Padahal, kerja sama dalam tim adalah hal penting dalam pekerjaan.

Hal ini adalah salah satu contoh yang baik, karena saat Anda memasuki posisi pekerjaan baru, skill delegasi belum menjadi hal yang paling penting. Cara lain, Anda bisa menjawab kalau terkadang Anda terlalu jujur dalam memberikan penilaian atau kritik. Akibatnya, Anda jadi sering tidak enak hati pada rekan kerja.

Dengan menjawab seperti ini, pewawancara akan menilai Anda sebagai pribadi yang jujur dan punya rasa empati. Dengan kata lain, Anda tidak akan memperlakukan rekan kerja dengan buruk. Di sini kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan nilai plus dari pewawancara!

Bagaimana? Yuk segera terapkan. Semoga dapat membantu dan semoga berhasil ya!

17 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara dan Cara Menjawabnya


Pertanyaan jebakan adalah hal yang paling sering mengecoh pelamar saat wawancara kerja (job interview). Apabila Anda kurang teliti maka Anda akan terperangkap dan kehilangan pekerjaan idaman. Pewawancara akan berusaha menyelipkan jenis pertanyaan ini untuk tujuan tertentu, misalnya untuk mengetahui bagaimana karakter Anda yang sebenarnya dan apakah Anda orang yang tepat untuk sebuah posisi di perusahaan tersebut.

Apabila Anda termasuk orang yang tenang, Anda tidak akan terjebak dengan pertanyaan macam ini. Sayangnya, tidak semua orang dapat mengontrol diri dan bersikap tenang menghadapi wawancara kerja. Diperlukan kiat-kiat dalam mempersiapkan diri agar wawancara kerja Anda sukses.

Untuk mempersiapkan diri, Anda perlu mengetahui seperti apa pertanyaan jebakan yang biasa diajukan saat wawancara kerja. Simak 17 pertanyaan jebakan serta cara menjawabnya berikut ini:

1. Bagaimana Anda mendeskripsikan diri Anda dalam 3 kata?

Pertanyaan jenis ini ditujukan untuk mengetahui karakter Anda. Waktu wawancara yang singkat tidak bisa Anda habiskan untuk menceritakan diri Anda panjang lebar. Dengan 3 kata yang mendeskripsikan diri Anda, pewawancara telah memiliki bayangan siapa diri Anda dan bagaimana Anda menilai diri sendiri.

Pilihlah 3 kata yang menjadi unggulan Anda dan berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar. Jika Anda melamar posisi sebagai web designer, sebutkan karakter yang berhubungan dengan pekerjaan seperti kreatif, responsif dan lain sebagainya. Namun, jangan menyebutkan kata kreatif apabila Anda melamar pekerjaan sebagai akuntan.

Selain karakter yang berhubungan dengan pekerjaan, Anda perlu menyebutkan karakter positif lainnya yang memang Anda miliki, misalnya jujur, pekerja keras, antusias, berdedikasi tinggi dan lain sebagainya. Menurut kami, Anda perlu menggambarkan diri Anda dengan contoh-contoh yang konkret, jelas, dan tidak bertele-tele.

2. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

Pewawancara mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui sebesar apa keinginan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut. Paling tidak Anda mengetahui profil perusahaan itu, sejarah, filosofi, dan visi, misi serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan yang Anda lamar.

Jangan pernah Anda membandingkan perusahaan yang Anda lamar dengan perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya. Hal lain yang harus Anda hindari adalah memberikan jawaban negatif seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi perusahaan, pendapat yang kurang baik tentang perusahaan, dan lain sebagainya.

Tekankan pada keunggulan perusahaan dan tunjukkan minat Anda terhadap keunggulan-keunggulan tersebut.

3. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui seberapa besar keinginan Anda berkontribusi pada perusahaan dan sejauh mana Anda mengetahui perusahaan yang Anda lamar. Hindari menjawab karena ingin gaji tinggi, karena tidak nyaman di tempat kerja yang dulu, atasan yang keras dan bersikap semena-mena, serta masalah lainnya yang Anda hadapi di perusahaan sebelumnya.

Tentu saja ada alasan-alasan positif lainnya yang mendorong Anda untuk mengirimkan surat lamaran dan CV ke perusahaan tersebut. Jawablah dengan jujur bahwa Anda memiliki sikap yang positif dalam bekerja baik bersama team maupun bekerja sendiri, dapat dihandalkan, memberikan kontribusi yang positif untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

4. Hal apa yang paling membanggakan dalam karier Anda?

Saat pewawancara memberikan Anda pertanyaan ini, mereka ingin mengetahui apa yang Anda benar-benar minati dan perasaan positif Anda terhadap pekerjaan. Mendeskripsikan tentang proyek yang Anda banggakan menunjukkan bagaimana Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Namun, Anda harus perhatikan bahwa tidak semua proyek membanggakan harus diceritakan. Pilihlah hal membanggakan yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar. Tunjukkan bahwa keterampilan terbaik Anda dapat pula menjadi kontribusi yang baik untuk perusahaan saat Anda menjadi karyawan.

5. Bisakah Anda memberi gambaran tentang pemikiran Anda terhadap pekerjaan ini?

Pewawancara ingin mencari orang yang pas di posisi yang Anda lamar saat ini. Dari pertanyaan ini, mereka dapat menggali hal-hal yang Anda ketahui tentang pekerjaan ini dan pengalaman-pengalaman Anda terdahulu di bidang yang sedang ditawarkan.

Berikan jawaban yang jelasdan tegas tentang tugas dan kewajiban dari pekerjaan yang Anda lamar. Jangan pernah ragu dengan penjelasan Anda karena ini menunjukkan kesiapanAnda berada di posisi tersebut. Sebelum menjawab, pastikan Anda mengerti dan telah mencari informasi tentangposisi itu dengan baik.

6. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Karena ingin diterima, pelamar sering kali memberikan jawaban yang tergesa-gesa dan kurang realistis, misalnya satu hari atau satu minggu. Hal ini akan membuat Anda terlihat kurang smart dalam menentukan sebuah target. Jawaban yang realistik adalah kuncinya.

Beritahukan pewawancara bahwa Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, dan Anda membutuhkan beberapa bulan, sampai 6 bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

7. Jika Anda diterima, berapa lama Anda akan bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini bisa menjadi pertanyaan yang sulit dan menjebak. Tentu, manajer yang akan merekrut Anda ingin tahu seberapa besar keinginan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Jangan pernah menyebutkan angka, berapa tahun Anda akan bersama mereka. Buatlah jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda tertarik berkarier bersama perusahaan untuk mencapai target bersama.

8. Menurut Anda, apa bedanya posisi ini dibandingkan dengan posisi lain yang Anda lamar?

Saat pertanyaan ini dilontarkan, pada dasarnya pewawancara ingin tahu apakah Anda melamar di perusahaan lain, seberapa aktif Anda mencari pekerjaan, dan apakah Anda jujur atau tidak.

Jika Anda menjawab bahwa perusahaan ini adalah satu-satunya yang Anda lamar, mereka akan mengasumsikan Anda sedang berbohong. Sangat sedikit pelamar yang melamar satu pekerjaan di satu perusahaan saja. Selain itu, jangan pula sekali-sekali menyebutkan kekurangan atau kelebihan dari perusahaan-perusahaan lain yang Anda lamar.

Jawaban terbaik yang dapat Anda berikan adalah berdasarkan kejujuran. Katakan bahwa ada beberapa perusahaan yang menginterviu Anda, namun Anda belum memutuskan yang terbaik untuk karier Anda ke depan.

9. Setelah membaca CV Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?

Ini termasuk pertanyaan yang akan menjebak Anda dan meningkatkan ego Anda apabila Anda memang orang yang suka dipuji. Tentu saja semua orang suka dipuji. Namun respon yang Anda berikan terhadap pujian itu menunjukkan karakter diri Anda.

Jangan sampai Anda besar kepala dan menuntut gaji yang lebih tinggi karena pengakuan pewawancara bahwa Anda terlalu berpengalaman dalam bidang tersebut. Tetaplah rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan yang Anda miliki. Jawaban terbaik adalah bahwa Anda membutuhkan waktu mengenal perusahaan sebelum dapat bekerja dengan efisien di tingkat yang lebih tinggi.

10. Jenis bos atau partner kerja seperti apa yang paling buruk dan paling sukses bekerja sama dengan Anda?

Dari jawaban yang Anda berikan untuk pertanyaan ini, pewawancara akan mengetahui apakah Anda memiliki konflik dengan bos atau rekan kerja di perusahaan sebelumnya. Jika Anda bercerita kejelekan mantan bos atau rekan kerja, Anda sedang terperangkap dan mudah sekali bagi manajer yang merekrut Anda memberi penilaian yang kurang baik.

Contoh jawaban untuk pertanyaan ini agar tidak menjebak Anda adalah “Saya pikir saya dapat bekerja sama dengan siapa saja dengan personality yang berbeda. Karakter mereka bukanlah masalah bagi saya. Beberapa kerja sama yang paling sukses saya lakukan saat kami berkomunikasi dengan baik dan merencanakan bersama serta merealisasikan apa yang kami rencanakan.”

11. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya?

Pertanyaan jenis ini diberikan oleh pewawancara karena mereka ingin tahu track record Anda di pekerjaan sebelumnya. Tentu ada alasan yang melatarbelakangi mengapa Anda mengajukan surat resign di sebuah perusahaan dan mencari pekerjaan baru. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya tidak menyebutkan konflik pribadi.

Jangan berfokus pada masalah yang membuat Anda mengundurkan diri, tetapi jawablah dengan alasan bahwa Anda ingin mencari posisi yang lebih baik dan sesuai dengan keterampilan Anda. Tunjukkan bahwa Anda memiliki keinginan yang besar untuk lebih berkembang di perusahaan yang sedang Anda lamar.

12. Jika boleh memilih perusahaan manapun, di mana Anda ingin bekerja?

Pertanyaan ini menjebak karena pewawancara ingin mengetahui lebih jauh tentang perusahaan idaman Anda. Jika Anda menyebutkan perusahaan lain, hal ini akan mengundang keraguan untuk merekrut Anda. Namun, Anda tetap harus jujur bahwa perusahaan yang Anda lamar bukanlah satu-satunya perusahaan ke mana surat lamaran dan CV Anda dikirim.

Jawaban yang memungkinkan untuk pertanyaan ini adalah “Sebenarnya saya mencari-cari perusahaan yang menjadi target saya dan perusahaan ini adalah yang pas untuk saya. Saya melihat banyak hal yang telah dikembangkan di perusahaan ini dan saya berharap bisa menjadi bagian dari proyek-proyek yang dikembangkan di perusahaan ini dan berkontribusi dengan keterampilan yang saya miliki saat ini.”

13. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?

Dengan pertanyaan ini, calon bos Anda ingin mengetahui apakah Anda termasuk karyawan yang suka membicarakan keburukan orang lain, terutama mantan bos Anda. Jangan sampai Anda terjebak, apalagi menceritakan masalah pribadi. Pikirkan hal-hal yang positif tentang mantan bos Anda dan kemukakan dengan baik.

Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang tidak Anda sukai tentang bos sebelumnya. Kompas menyebutkan bahwa menceritakan kejelekan mantan bos adalah salah satu kesalahan dalam job interview yang menunjukkan bahwa Anda tidak respek terhadap atasan.

14. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda saat ini?

Pertanyaan ini tentu menjadi pemicu emosi apabila Anda tidak menelaahnya dengan kepala dingin. Dengan pertanyaan ini, pewawancara berharap akan mendapatkan jawaban jujur dan tidak defensif. Mereka ingin tahu pekerjaan apa yang Anda inginkan dan apakah perusahaan mereka akan menjadi batu loncatan atau Anda memang benar-benar ingin bekerja di sana.

Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Posisi yang sedang Anda lamar saat ini adalah pekerjaan yang pas dan sesuai dengan keterampilan Anda dan usia Anda saat ini. Di perusahaan tersebut nantinya Anda akan berkarier dan melakukan perencanaan karier.

15. Apakah Anda pernah berpikir untuk menjadi seorang enterpreneur?

Karyawan sering kali tergoda untuk menjadi seorang enterpreneur dengan membuka bisnis sampingan. Hal ini terkadang menjadi ancaman bagi perusahaan karena karyawan tidak akan fokus dengan pekerjaannya. Di sisi lain, ada juga perusahaan yang mengasah keterampilan enterpreneurship karyawan agar dapat menjalankan lini bisnis di perusahaan tersebut.

Jika Anda memang memiliki keinginan dan pernah membuka usaha, katakanlah terus terang, namun jangan menggebu-gebu. Bisa jadi perusahaan yang Anda lamar tidak mencari karyawan yang memiliki keterampilan berbisnis.

Katakan bahwa Anda pernah memikirkannya namun enterpreneur tidak cocok untuk Anda. Jelaskan bahwa bekerja di perusahaan dan menjadi bagian dari tim lebih sesuai untuk Anda. Selain itu, Anda lebih menikmati bekerja spesifik di suatu bidang (posisi yang Anda lamar) daripada mengurus hal-hal bersifat umum dan operasional sebagai seorang enterpreneur.

16. Apa itu sukses menurut Anda?

Pertanyaan ini dapat menjebak Anda karena definisi sukses sangat subyektif yang dapat berarti kesuksesan yang Anda inginkan di masa mendatang. Namun, jangan sampai Anda menjawab dengan mengutarakan rencana Anda untuk meraih kesuksesan di masa mendatang dengan mencari pekerjaan yang lebih baik.

Anda harus memberikan gambaran yang tidak terlalu jauh ke depan karena sukses bisa jadi keberhasilan dalam melakukan hal-hal kecil. Mencapai target kecil yang Anda rencanakan dalam satu minggu atau satu bulan bisa pula menjadi indikator sukses. Akan sangat baik jika Anda menggunakan contoh sukses yang berhubungan dengan posisi yang sedang Anda lamar.

17. Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda memenangkan undian berhadiah 5 milyar esok?

Jika Anda menganggap ini sebagai pertanyaan di luar topik yang tidak perlu Anda tanggapi secara serius, Anda keliru. Dari pertanyaan ini, pewawancara akan mengetahui apakah Anda tetap akan bekerja saat Anda tidak membutuhkan uang dan bagaimana Anda mengatur keuangan Anda.

Orang yang mewawancarai Anda ingin mendengar bahwa Anda akan tetap bekerja karena Anda menikmati pekerjaan tersebut. Selain itu, jawaban yang mereka inginkan adalah Anda dapat mengatur keuangan Anda dengan baik. Jika Anda tidak bertanggung jawab dan menghabiskan uang Anda begitu saja, mereka akan berpikir bahwa Anda akan melakukan hal yang sama pada uang perusahaan.

Berhati-hatilah sebelum menjawab setiap pertanyaan yang diajukan saat wawancara kerja. Pikirkan dengan kepala dingin apa maksud dari pertanyaan tersebut dan jawablah dengan pikiran yang jernih dan positif. Jangan sampai sebuah pertanyaan jebakan menjadi penyebab utama Anda kehilangan pekerjaan di perusahaan idaman.

14 Pertanyaan Wawancara Kerja Tersulit Dan Berikut Adalah Contoh Cara Menjawabnya


Anda mungkin Sudah sering mengikuti wawancara kerja tapi belum juga mendapat tawaran kerja? Mungkin jawaban wawancara Anda kurang tepat, meski sebenarnya skill Anda sangat mendukung.
Berikut adalah contoh cara menjawabnya
Termasuk pertanyaan paling sulit, yakni Berapa gaji yang anda harapkan?
1. Tolong ceritakan mengenai diri anda

integrativestaffing.com

Yang jelas, jawaban seperti “Saya anak ketiga dari empat bersaudara” atau “Saya berusia 20 tahun, asal dari Bandung” tidak akan membuat pewawancara terkesan. Berapa jumlah saudara anda dan asal daerah anda tidak akan berpengaruh pada pekerjaan anda nantinya. Yang perlu anda lakukan adalah dengan menunjukkan bahwa anda membawa nilai tambah yang akan berguna bagi perusahaan.

Contoh jawaban: Saat ini saya bekerja sebagai penulis di salah satu media cetak nasional. Setelah bekerja dan belajar banyak di perusahaan ini selama 3 tahun saya merasa perlu mengambil tantangan baru untuk mengembangkan karir saya. Saya percaya semua ini bisa saya lakukan di perusahaan anda.

2. Apa kelebihan terbesarmu?
 

coursefeeder.com

Oke, pertanyaan ini kadang cukup menjebak. Walaupun pertanyaannya adalah tentang kelebihan, tapi anda harus pastikan kelebihan tersebut berguna untuk posisi dan perusahaan yang anda tuju. Keahlian anda membuat kopi yang lezat hanya berguna jika anda melamar sebagai barista, tapi tidak untuk posisi lainnya. Pastikan kelebihan yang anda berikan relevan dengan pekerjaan.

Contoh untuk yang melamar sebagai Salesman: Saya adalah orang yang sangat mudah bergaul dan karenanya dapat menjalin relasi dengan mudah secara alami.
Contoh untuk yang melamar sebagai guru TK: Saya pandai berinteraksi dengan anak-anak. Bagi saya, mengajar dan berinteraksi dengan mereka bukanlah pekerjaan tapi sesuatu yang memang saya nikmati.

3. Apa kelemahan terbesarmu?
  

militaryimage.com

Oke, jangan pernah menelan mentah-mentah pertanyaan ini. Walaupun pertanyaannya adalah apa kelemahan anda, tapi bukan berarti anda bisa menjawab “Saya sering telat bangun lalu terlambat ke kantor”. Jawaban seperti akan membuat lamaran anda dilempar ke kotak sampah saat itu juga. Tapi ini juga bukan berarti anda bisa menjawab “Saya tidak punya kelemahan, saya adalah pekerja yang baik. Titik.” Akan sangat mustahil bagi seorang pekerja untuk tidak memiliki kelemahan apapun. Anda dapat menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan salah satu kelemahan anda namun harus diikuti bagaimana usaha anda untuk mengatasinya sehingga tidak menjadi masalah dalam bekerja.

Contoh jawaban: Seperti laki-laki pada umumnya, saya cenderung fokus kepada satu tugas dan agak kesulitan untuk berganti ke tugas lainnya sebelum tugas yang pertama selesai. Namun saya sudah belajar untuk menggunakan skala prioritas dan memilih tugas-tugas mana yang mendesak dan sebaiknya diselesaikan duluan tanpa harus berurutan.

4. Bagaimana latar belakang pendidikan telah mendukung karir anda?

elixiruniverse.com

Pertanyaan tentang latar belakang pendidikan sebenarnya mudah dijawab ASAL memang latar pendidikan anda relevan dengan pekerjaan. Jika latar belakang pendidikan anda adalah software engineering dan anda melamar diperusahaan pengembang aplikasi handphone, maka jawabannya tidak sulit. TAPI bagaimana jika latar belakang pendidikan anda adalah keguruan dan anda ingin melamar menjadi penulis? Anda dapat mengaitkan pengalaman-pengalaman lain yang berhubungan dengan bidang penulisan dan menggunakan latar pendidikan anda sebagai pendukung.

Contoh jawaban: Latar belakang pendidikan saya adalah keguruan namun saya juga aktif menulis di blog pribadi saya selama 3 tahun terakhir. Karena saya berpengalaman dalam mengajar, tulisan-tulisan saya lebih mudah dipahami pembaca karena dijelaskan dengan bahasa sederhana.

5. Mengapa anda memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan terdahulu?

rrhr.com.au

Untuk menjawab pertanyaan ini, kuncinya adalah jangan sampai anda menjelek-jelekkan perusahaan terdahulu. Walaupun anda tidak menikmati pekerjaan terdahulu atau anda membenci atasan anda, simpan itu untuk diri anda sendiri. Jangan jadikan interview sebagai ajang curhat. Justru gunakan alasan seperti anda mencari tantangan baru atau ingin mengembangkan karir.

Contoh jawaban: Bekerja selama lebih dari 3 tahun di perusahaan sebelumnya telah mengajarkan saya banyak hal, mulai dari urusan operasional maupun manajerial. Karenanya saya merasa sudah siap untuk menerima tantangan baru dan mengembangkan karir saya.

6. Pernahkah anda mengalami konflik dengan atasan?

businessnewsdaily.com

Walaupun pertanyaan ini hanya menanyakan pernah atau tidak pernah, jangan sampai anda hanya menjawab dengan iya atau tidak. Menjawab tidak untuk pertanyaan ini sangat tidak dianjurkan karena agak kurang masuk akal jika anda bekerja selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengalami konflik sedikitpun. Perlu dipahami juga bahwa konflik ini tidak berarti anda memaki-maki atasan anda, tapi perbedaan ide pun bisa digunakan. Oh dan ingat, sertakan solusi bagaimana anda menyelesaikan konflik ini.

Contoh jawaban: Pernah suatu ketika saya dan atasan saya memiliki perbedaan pendapat kapan sebaiknya diskon diluncurkan untuk produk-produk pakaian kami. Atasan saya berpendapat sebaiknya 3 hari sebelum lebaran saja sementara saya berpendapat 7 hari sebelum lebaran. Saya memutuskan untuk meminta saran dari departemen pemasok dan akhirnya diputuskan diskon diluncurkan 3 hari sebelum lebaran karena ditakutkan stok pakaian tidak mencukupi jika diluncurkan jauh-jauh hari. Walaupun ide saya tidak diterima tapi saya setuju karena ini demi kebaikan perusahaan.

7. Apa yang anda tidak suka dari rekan kerja anda?

Khas.Com

Oke, pertanyaan menjebak lainnya. Ingat, jangan sampai anda kelepasan dan mengumpat-ngumpat tentang rekan kerja anda terdahulu. Yang perlu juga anda pahami adalah, anda tidak bekerja di surga. Jadi menjawab tidak ada yang tidak anda suka dari rekan kerja anda terasa kurang masuk akal. Gunakan kesempatan ini untuk memberikan satu contoh hal yang tidak anda sukai dan bagaimana anda mengatasinya. Dan hal yang tidak anda sukai ini harus bersifat profesional, misalnya rekan kerja anda yang cenderung telat atau tidak membalas e-mail, bukan mukanya yang jelek atau bau mulutnya.

Contoh jawaban: Di perusahaan sebelumnya, saya pernah memiliki rekan kerja yang cenderung datang terlambat. Setelah didiskusikan, rekan kerja saya mengungkapkan bahwa dirinya mengalami insomnia dan memiliki kesulitan bangun tepat waktu. Kami akhirnya sepakat untuk selalu memundurkan jam kerja satu jam, namun rekan kerja saya juga harus pulang satu jam lebih lama untuk menggantikan jam kerja yang hilang di awal.

8. Bagaimana cara anda bekerja di bawah tekanan?

turningmanagersintoleaders

Contoh jawaban: Tetap tenang. Yang biasa saya lakukan saat situasi mulai berada diluar kendali adalah menentukan prioritas. Beberapa masalah memang terlihat penting, namun setelah diperiksa lagi sebenarnya tidak mendesak. Jadi saya akan fokus ke masalah yang penting dan mendesak terlebih dahulu, baru ke masalah lain.
9. Bagaimana anda melihat diri anda dalam lima tahun ke depan?

media.licdn.com
Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk melihat apakah anda mampu menyusun rencana. Kebanyakan orang hanya bekerja seperti menunggu bola, bukan menjemput bola. Pekerja yang baik mengerti bahwa berbagai pekerjaan perlu dilakukan dengan rencana, dan kadang perlu dipersiapkan sebelum masalah datang. Karenanya, anda harus tunjukkan jika anda memiliki rencana ke depan, entah itu untuk menjadi manager, atau mencari pengalaman dengan melibatkan departemen lain.

Contoh jawaban: Saya melihat diri saya mempelajari berbagai hal teknis di tahun pertama dan kedua. Sementara tahun ketiga dan keempat, saya akan mulai memperbanyak pengalaman dengan bekerja lintas departemen sehingga pada tahun kelima, saya siap memimpin departemen saya.

10. Mengapa kami harus menerima anda?

kbic.com

Untuk pertanyaan ini, anda perlu melakukan sedikit penelitian terhadap perusahaan yang anda lamar. Triknya adalah dengan menemukan hal yang belum mereka lakukan dengan sempurna, dan menunjukkan mengapa anda adalah solusinya.

Contoh jawaban: Untuk saat ini, media cetak seperti koran dan majalah sudah mulai ditinggalkan. Sebagian besar pembaca sudah beralih ke media online. Dengan kemampuan saya di bidang web programming, saya yakin saya bisa memberikan nilai tambah kepada perusahaan media seperti perusahaan anda.

11. Selain di perusahaan kami, di perusahaan mana lagi anda mengikuti interview?

usercontent2.hubstatic.com

Jika tidak dianalisa dengan benar, pertanyaan ini bisa cukup menjebak. Jawaban anda dapat menunjukkan kepada pewawancara kompetisi yang mungkin mereka dapatkan jika ingin anda bergabung ke perusahaan mereka. Dengan menjawab tidak sedang interview dimanapun, kemungkinan untuk mendapatkan anda menjadi lebih besar sehingga perusahaan lebih tertarik untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun jika anda menjawab anda juga menjalani interview dengan perusahaan lain, perusahaan ini dapat memberikan penawaran yang lebih baik (misalnya gaji yang lebih tinggi) untuk mendapatkan anda. Semua tergantung mana yang anda pilih.

Tapi yang jelas, jangan berbohong. Jika anda menjalani interview, katakan demikian, jika tidak pun katakan demikian. Akan sangat tidak profesional jika anda mengatakan tidak sedang interview namun setelah diberikan pekerjaan, anda terpaksa menolak karena sudah diterima ditempat lain.

Contoh jawaban:
1. Saya hanya melamar di perusahaan ini saja karena memang pekerjaan ini adalah impian saya
2. Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan panggilan interview dari perusahaan lain. Saya merasa akan tidak profesional jika saya tidak memenuhi panggilan tersebut. Namun tentu saja saya berada disini sekarang adalah karena saya tertarik dengan pekerjaan di perusahaan anda.

12. Seandainya anda diterima, kira-kira sampai kapan anda mau bekerja di perusahaan ini?

bp.blogspot.com

Jika anda ditanya seperti ini, yang perlu anda lakukan adalah tunjukkan bahwa anda bersedia memberikan komitmen. Tapi jangan sampai anda terlihat mengada-ngada. Jawaban seperti “sampai saya pensiun” atau “selama-lamanya” bukan hanya seperti sulit dipercaya tapi juga mengesankan anda hanya mencari aman. Bekerja… bekerja… bekerja lagi sampai pensiun… Tunjukkan bahwa anda memiliki cita-cita namun tidak terlalu ambisius.

Contoh jawaban: Di setiap pekerjaan, saya selalu berusaha mencari kesempatan belajar dan mengembangkan diri saya. Saya akan bekerja di perusahaan ini selama saya terus mendapatkan tantangan untuk belajar dan berkembang.

13. Apakah anda punya pertanyaan untuk kami?

hsaforamerica.com

Menjawab tidak untuk pertanyaan ini adalah SALAH BESAR! Setelah anda berdiskusi panjang lebar, akan sangat mustahil untuk tidak muncul pertanyaan satupun. Kemungkinannya hanya dua, antara anda kurang pandai sehingga sulit mengerti pembicaraan tadi, atau anda tidak tertarik dengan pekerjaan ini.

Pekerjaan ini adalah hal yang akan anda lakukan dari Senin hingga Jumat dari pukul 9 hingga 5, apakah anda yakin tidak mau mengklarifikasi hal-hal yang belum jelas? Ingat, interview itu bukan hanya tentang mereka yang ingin mengetahui tentang anda, tapi juga anda yang ingin mengetahui tentang mereka. Apakah ini benar-benar pekerjaan impianmu? Apakah perusahaan ini memang seindah yang digambarkan di iklan? Seperti apa atasanmu nanti? Gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya.

Contoh pertanyaan:
1. Jika saya diterima, kapan saya bisa bergabung?
2. Program seperti apakah yang ditawarkan perusahaan untuk pengembangan pegawainya?
3. Selain gaji, adakah benefit lain yang ditawarkan? Misalnya asuransi atau pelatihan?

14. Berapa gaji yang anda harapkan?

interviewquestionanswer.com

Oke, dari seluruh pertanyaan, ini adalah pertanyaan yang harus dijawab dengan paling hati-hati. Seni dari menjawab pertanyaan ini adalah, siapapun yang menyebutkan angka duluan artinya kalah. Kenapa begitu? Setiap perusahaan tentu memiliki anggaran tertentu untuk setiap posisi dan mereka tahu itu. Jadi jawaban apapun yang anda berikan, anggaran yang mereka miliki tetap sama.

Anggaplah anggaran untuk posisi yang anda lamar adalah 10 juta. Jika pada saat diskusi gaji, anda menyebutkan 8 atau 9 juta, mereka akan dengan senang hati mempekerjakan anda. Namun, tanpa anda tahu, anda sudah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji lebih tinggi.

Lain lagi jika anda menyebutkan angka yang terlalu tinggi, 15 juta misalnya. Perusahaan bisa saja putus asa karena merasa mereka tidak dapat memenuhi keinginan anda. Akhirnya anda tidak mendapatkan pekerjaan ini. Jadi kuncinya adalah memancing perusahaan untuk menyebutkan angka mereka duluan baru anda usahakan untuk dinaikkan.

Contoh jawaban:
1. Saya lebih tertarik untuk mengetahui tentang perusahaan ini lebih jauh terlebih dahulu sebelum membicarakan gaji. (Tujuan dari jawaban ini adalah untuk memberikan anda waktu lebih lama untuk membuat mereka terkesan. Jika mereka sudah terkesan, akan lebih mudah bagi anda untuk membuat mereka meningkatkan anggaran gaji untuk anda.)
2. Tapi jika anda memang percaya diri dan berniat menyebutkan angka duluan, anda bisa menjawab dengan, “Berdasarkan rata-rata gaji di industri perminyakan dan kualifikasi saya, saya percaya angka yang sesuai untuk saya adalah 10 juta rupiah.”

Selamat mencoba dan semoga berhasil mendapatkan pekerjaan impian.

#Pantang Sebut 8 Kalimat Ini Bikin Anda Gagal Saat Wawancara Kerja


Ilustrasi image : fthmb.tqn.com

Mungkin Anda pencari kerja yang sudah melamar ke berbagai perusahaan impian, lalu akhirnya Anda dipanggil untuk mengikuti wawancara kerja.
Akan tetapi, ada baiknya Anda jeli dengan pernyataan atau pertanyaan yang Anda lontarkan kepada pihak perusahaan saat wawancara. Pasalnya, pihak perusahaan tidak hanya melihat CV Anda sebelum merekrut.

Kalimat yang Anda ucapkan pun bisa berpengaruh pada diterima atau tidaknya Anda ke dalam perusahaan tersebut.

Nah, berikut 8 kalimat yang pantang Anda sebutkan saat mengikuti wawancara kerja: 

1. Saya sangat menginginkan pekerjaan ini

Anda mungkin bermaksud untuk menunjukkan keinginan Anda, namun kenyataannya ini menunjukkan keputusasaan Anda. Putus asa tidak baik dalam konteks apapun, kata Zachary Painter, penasihar karier dan manajer perekrutan ResumeGenius.com.

Painter menjelaskan, Anda harus terlihat percaya diri dan kompeten, bukan putus asa. Sebaliknya, katakanlah, Saya sangat senang Anda mewawancarai saya dan saya menantikan diskusi lebih lanjut mengenai posisi ini.

2. Apakah posisi ini memberikan tunjangan?

Kesalahan yang dibuat pelamar adalah menanyakan hal ini terlalu dini. Sebaliknya, ajukan pertanyaan mengenai bagaimana Anda bisa membantu perusahaan mencapai target, ujar April Klimkiewicz, seorang penasihat karier.

3. Blank

Terkadang Anda blank atau bingung harus berkata apa saat wawancara kerja. Membiarkan jeda pembicaraan diisi dengan “mmmm…” atau ungkapan sejenis menunjukkan Anda tidak memiliki hal lain dalam pikiran.

Kalau Anda butuh waktu sejenak untuk berpikir, cobalah katakan, Itu pertanyaan yang bagus, coba saya pikirkan sebentar. Pernyataan ini membuat Anda lebih tenang dan tidak gugup, tutur Klimkiewicz.

4. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya

Menurut penasihat karier Donna Shannon, pernyataan semacam ini menyiratkan bahwa pewawancara tidak mendengarkan Anda. Bahkan, ini juga bisa mengisyaratkan Anda tidak memiliki pengalaman atau keahlian yang relevan, karena Anda harus mengulang informasi.

5. Pekerja keras, cepat belajar, motivasi tinggi

Anda boleh saja berpikir bahwa sifat ini adalah karakter positif yang Anda miliki. Akan tetapi, sifat-sifat ini sudah klise dan pasaran dalam dunia perekrutan kerja.

(Sifat-sifat ini) klise yang tidak memiliki arti apa-apa. Sifat-sifat tersebut tidak mendeskripsikan apa yang membuat Anda spesial dan pantas untuk perusahaan itu, terang Aurora Meneghello, penasihat karier dan pendiri Repurpose Your Purpose.

6. Seberapa besar kesempatan saya untuk diterima?

Kalau Anda menanyakan ini, kesempatan Anda nol, ini adalah keputusasaan. Cobalah menyatakan bahwa prospek bekerja di perusahaan ini sangat menyenangkan dan Anda akan menjadi tambahan yang bagus bagi tim, jelas Painter.

7. Saya tidak memiliki pertanyaan apapun tentang perusahaan ini.

Painter menuturkan, pewawancara bukan sekedar basa-basi ketika bertanya pada Anda apakah Anda memiliki pertanyaan seputar perusahaan atau posisi yang dilamar. Pertanyaan semacam itu menguji ketertarikan dan pengetahuan Anda mengenai perusahaan.

8. Kapan saya bisa mulai bekerja?

Dengan pertanyaan ini, Anda bisa saja terlihat keren dan percaya diri. Namun, menurut Painter, ini malah membuat Anda terlihat arogan, tidak profesional, dan lancang. Sebagai gantinya, katakanlah, Terima kasih banyak atas waktunya. Saya menantikan kabar baik dari Anda, saran Painter.

Sumber: BusinessTech

Tips Tampil Mengesankan Saat Wawancara Kerja


Ilustrasi:google image

Kesan pertama dalam sebuah pertemuan kerap menjadi bahan pertimbangan seseorang untuk menentukan sikap selanjutnya. Begitu juga dengan pewawancara kerja yang kamu temui, ia pun akan menentukan sikap dan memutuskan apakah dirimu layak untuk bekerja dengannya lewat pertemuan pertama tersebut. Maka itu, saat melakukan wawancara kerja, kamu harus menunjukkan yang terbaik dan meninggalkan kesan yang membuatnya merasa tertarik dan nyaman saat berinteraksi denganmu. Namun kadang rasa gugup membuat segalanya menjadi buyar dan bikin kamu nggak maksimal.

Nah, jangan biar hal tersebut terjadi, selain mengatasi rasa gugup kamu juga harus mengetahui apa yang harus dan tidak dilakukan saat wawancara kerja. Melansir laman Cosmopolitan.com, berikut ini adalah empat hal yang harus kamu kuasai agar wawancara kerja bisa berjalan lancar dan mengesankan.

1. Salaman dengan baik.

Pastikan saat salamanya tangan anda tidak basah atau berkeringat. Karena hal itu dapat membuat tidak nyaman dengan si pewawancara. Dan saat bersalaman jangan terlalu kencang atau terlalu dingin saat salaman.

2. Tetap Tenang (tidak kaku).

Buatlah dirimu senyaman mungkin dan tetap sopan. Jangan sembunyikan tanganmu kalau kamu duduk disebuah kursi dengan menyandar. Letakkan tanganmu diatas meja dan buat dirimu se-rileks mungkin.

3. Kontak Mata.

Lakukan Tatap mata dengan santai, tatap mata dapat menunjukan bahwa kamu orang yang berani dan tegas.

4. Anggap pertemuan ini seperti sudah pernah ketemu sebelumaya.

Hal ini membantu kamu lebih enjoi, sapalah pewawancaramu seperti sudah teman lama. Katakan kepadanya, bahwa kamu senang berbicara dengannya.

Nah, bagaimana yang mau wawacana besok? Sudah tau kan caranya, selamat mencoba semoga sukses dan menginspirasi.

Pertanyaan Menyangkut Motivasi Dan Rencana Hidup Saat Wawancara


Setiap orang yang melamar pekerjaan pasti pernah dihadapkan dengan pertanyaan yang tidak terduga. Hal ini sering membuat kita kelabakan atau bingung harus mau jawab apa? Karena kita tidak menduga sampai kesana. Dalam hal ini, Anda kami suguhkan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh si pewawancara, dengan harapan Anda dapat lolos menjawab semua pertanyaan yang tidak terduga tersebut.  Dan Anda pun berhasil mendapatkan pekerjaan impian Anda. Berikut ada 12 pertanyaman yang sering ditanya oleh si pewawancara:

  1. Apakah rencana jangka panjang Anda dan jelaskan rancangan yang Anda buat dalam rangka rencana jangka panjang tersebut?
  2. Apa yang memotivasi Anda untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini?
  3. Apa yang Anda ketahui tentang perusaan (kami) ini?
  4. Dalam waktu sekitar tujuh tahun dari sekarang, dapatkah Anda memprediksikan di mana posisi Anda saat itu?
  5. Jika Anda mendapatkan peluang untuk bekerja diperusahaan lain dengan pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan yang Anda lamar saat ini, pekerjaan apakah itu? Mengapa?
  6. Apa yang sebenarnya ingin Anda lakukan dalam hidup Anda?
  7. Berapa jumlah gaji yang seharusnya Anda terima lima tahun ke depan?
  8. Antara gaji dan suasana kerja, manakah yang menurut Anda lebih penting? Jelaskan alasanya.
  9. Berapa jumlah gaji yang seharusnya Anda terima lima tahun ke depan?
  10. Saat Anda masih memiliki pekerjaan (jika anda sekarang sedang tidak menganggur), jelaskan alasan keinginan Anda untuk berpindah pekerjaan.
  11. Jelaskan alasan Anda menganggap pekerjaan yang Anda lamar ini lebih baik dari pekerjaan Anda dulu?
  12. Bagaimana perasaan Anda sekarang setelah meninggalkan pekerjaan lama Anda?